
Prabowo Instruksikan Pengangkatan CPNS pada Juni, PPPK Oktober 2025
LIPUTAN6.
Menteri Sekretariat Negara, Prasetho Hadi menekankan bahwa langkah ini diambil, sehingga layanan sosial akan secara optimal bertindak dan memenuhi hak -hak kandidat ASN.
Dia menekankan bahwa setiap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus segera mengikuti arah ini sesuai dengan kesiapan mereka. Menurutnya, keputusan akselerasi ini diambil setelah pemerintah menerima berbagai kontribusi masyarakat dan melakukan analisis dan simulasi lebih lanjut.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, juga memberikan arahan sehingga semua agensi akan membuat persiapan yang cermat sehingga pertemuan tersebut dapat bekerja sesuai dengan jadwal.
“Kami mengatakan bahwa pemerintah tidak pernah mengabaikan aspirasi masyarakat. Kami masih mempertimbangkan data input dan melakukan simulasi untuk menemukan solusi terbaik,” katanya pada konferensi pers pada hari Senin (16.02.2025).
Selain itu, seperti yang diungkapkan Prasetyo, presiden bertanya dalam seluruh proses, prinsip meritokrasi tetap menjadi prioritas tertinggi.
“Presiden menekankan bahwa semua kementerian, pemerintah daerah dan pemerintah daerah akan terus mempertahankan nilai -nilai meritokrasi ketika mengimplementasikan manajemen ASN kami,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pembentukan ASN tidak hanya membuka pekerjaan, tetapi juga untuk memastikan kebutuhan layanan publik.
“Proses perekrutan untuk menunjuk ASN tidak berlaku untuk pekerjaan, tetapi dilakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan layanan untuk masyarakat dapat bertindak secara optimal dan memberikan manfaat maksimal,” jelasnya.
Berkat akselerasi ini, pemerintah berharap bahwa kandidat ASN akan tetap tenang dan percaya bahwa hak -hak mereka akan dipenuhi. Presiden juga mengingatkan bahwa menjadi ASN adalah layanan dalam pelayanan masyarakat.
Sebelumnya, pemerintah secara resmi mempercepat penunjukan kandidat untuk peralatan sipil negara (CASN), seperti CPN dan PPPK untuk pembentukan pada tahun 2024.
Menteri Sekretariat Negara, Prasetho Hadi, menekankan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan bahwa layanan sosial diluncurkan secara optimal dan memenuhi hak -hak kandidat ASN.
“Panggilan Casn dipercepat, yaitu CPN selesai selambat -lambatnya pada Juni 2025, sementara PPPK berakhir paling lambat pada Oktober 2025.” – Kata prasetyo pada konferensi pers pada hari Senin (dari 14/17/2025).
Dia menekankan bahwa setiap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus segera mengikuti arah ini sesuai dengan kesiapan mereka. Menurutnya, keputusan akselerasi ini diambil setelah pemerintah menerima berbagai kontribusi masyarakat dan melakukan analisis dan simulasi lebih lanjut.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, juga memberikan arahan sehingga semua agensi akan membuat persiapan yang cermat sehingga pertemuan tersebut dapat bekerja sesuai dengan jadwal.
“Kami mengatakan bahwa pemerintah tidak pernah mengabaikan aspirasi masyarakat. Kami masih mempertimbangkan data input dan melakukan simulasi untuk menemukan solusi terbaik,” katanya.
Prasetyo mengungkapkan bahwa presiden bertanya dalam seluruh proses, prinsip meritokrasi tetap menjadi prioritas tertinggi.
“Presiden menekankan bahwa semua kementerian, pemerintah daerah dan pemerintah daerah akan terus mempertahankan nilai -nilai meritokrasi ketika mengimplementasikan manajemen ASN kami,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pembentukan ASN tidak hanya membuka pekerjaan, tetapi juga untuk memastikan kebutuhan layanan publik.
“Proses perekrutan untuk menunjuk ASN tidak berlaku untuk pekerjaan, tetapi dilakukan untuk memastikan bahwa kebutuhan layanan untuk masyarakat dapat bertindak secara optimal dan memberikan manfaat maksimal,” jelasnya.
Berkat akselerasi ini, pemerintah berharap bahwa kandidat ASN akan tetap tenang dan percaya bahwa hak -hak mereka akan dipenuhi. Presiden juga mengingatkan bahwa menjadi ASN adalah layanan dalam pelayanan masyarakat.