
VinFast Ungkap Keinginan Ingin Investasi Bangun PLTS dan PLTB
Republika.co.id, Icarta – Perusahaan Otomotif, Vietnam Winfst, menyatakan keinginannya untuk berinvestasi dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLT) dan BAYU/Angin (PLTB) di Indonesia. Menteri Investasi dan Sungai Down/Kepala BKPM Rosan Perkas Roslangi mengatakan bahwa Vincest tertarik untuk membangun PLTB di Sulawes, sementara PLT di daerah Nusa Tenggar barat (NTB).
“Mereka juga akan berinvestasi, rencana di EBT, di Solar (energi surya), serta energi angin. Mereka juga menyampaikan. Untuk angin di Sulawes, mereka tertarik pada Sulawes, tetapi juga dipasok dalam bahan bakar diesel NTB (untuk). Dia masih mengeksploitasi,” kata Rosan (dia menjawab wartawan) ketika dia dikenal di Presidential Panta, Jacout, Jacout, Jacan, Selasa).
Di istana hari ini, Rozan menemani presiden Indonesia Prabavo, dimuat untuk pertemuan dengan Direktur Umum Vifast Pham Nhat Vuong.
Selama pertemuan, VinFast mentransfer beberapa rencana investasi di Indonesia, termasuk pembangunan kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat, dan kemudian membangun SPKLU hingga 100.000 poin di berbagai wilayah di Indonesia, terutama Jawa, dan investasi untuk pembangkit listrik baru dan terbarukan (EBT).
“Pertanyaan hari ini, fokus pada mobil untuk mobil EV (Electric Cars, ed.)
Adapun rencana pembangunan pabrik mobil, Rosan mengatakan bahwa Vincest membeli 120 hektar tanah di Subang, Jawa Barat. Pabrik mobil berencana untuk membangun setelah jabatan, dan untuk produksi, menurut perkiraan, akan dimulai pada tahun 2026.
Pabrik Vinfast di Subang, lanjutan Rosan, direncanakan untuk menghasilkan berbagai jenis mobil Vinfast, yang penjualannya bervariasi dari 200 juta rp hingga 600 juta rp. Mobil dijual tidak hanya di negara ini, tetapi juga untuk ekspor ke luar negeri.
“Rencananya adalah mereka ingin menghasilkan 50.000 kendaraan per tahun, sementara investasi mencapai 4 triliun RP,” kata Rosan.
Rosan mengatakan bahwa, pada prinsipnya, pemerintah terus memfasilitasi masuknya investasi asing, yang dapat membantu mempercepat program pembangunan.
“Kami ingin mendorong, mempercepat bahwa perkembangan ini dapat bekerja tanpa masalah. Jika ada hambatan, kami akan menyelesaikannya nanti,” kata Rosan.