
Bidik 16 Pos Belanja, Sri Mulyani Keluarkan Surat Perintah Efisiensi
LIPUTAN6.com, Jakarta – Kementerian/Institusi telah meminta anggaran 16 kumpulan komersial. Ini ditandai dengan surat dengan nomor S-37/MK.02/2025 yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan (Menteri Keuangan) Sri Muliani.
Dalam surat itu, Menteri Keuangan menyatakan bahwa surat itu diikuti oleh pengajaran presiden Republik Indonesia no. 1 dari tahun 2025, dinyatakan oleh Antara pada hari Selasa (01/28/2025).
Dengan instruksi Presiden Prabova Subiano, ia meminta/L untuk mengoptimalkan anggaran hingga 256,1 rp triliun. Untuk menghormati arah, Sri Muliani menciptakan 16 biaya untuk dipangkas dengan persentase yang berbeda, dari 10 hingga 90 persen.
Rincian, pekerjaan membeli perlengkapan kantor (ATK) telah diminta efektif 90 persen; Kegiatan khidmat 56,9 persen; rapat, seminar, dan 45 persen serupa; Studi dan analisis 51.5; Pelatihan dan bimtek 29 persen; Serta produksi kegiatan dan layanan profesional yang adil 40 persen.
Kemudian 75,9 persen segel dan suvenir; Bangunan sewa, kendaraan, peralatan 73,3 persen; 21.6 -Per aplikasi aplikasi; Layanan Konsultasi 45,7 persen; Bantuan Negara 16,7 persen; 10,2 persen pemeliharaan dan pemeliharaan; Perjalanan resmi 53,9 persen; 28 Peralatan dan Mesin Persen; infrastruktur 34,3 persen; dan biaya lainnya 59,1 persen.
Untuk mekanisme, menteri/kepala lembaga dapat menentukan rencana efisiensi sesuai dengan persentase tertentu. Efisiensi termasuk biaya operasi dan non -bedah.
Sri Muliani mengatakan bahwa identifikasi rencana efisiensi tidak termasuk biaya karyawan dan bantuan sosial.
Menteri Keuangan juga meminta Menteri/Pemimpin Institut untuk memprioritaskan efisiensi anggaran luar yang bersumber dari pinjaman dan hibah, Rupiahs Rupiahs 2025 tahun fiskal murni), pendapatan negara non-TX dari Badan Layanan Publik ini (PNBP-BLU) mengekspet kecuali ini dikecualikan ini dikecualikan ini dikecualikan kecuali ini. Disetor ke negara bagian TA 2025, dan Syariah Negara Bagian Syariah (SBSN) dan berada di bawah
Menteri/kepala lembaga telah didesak sejak 14 Februari 2025 untuk mengajukan rencana efisiensi DPR dan melaporkan kepada Menteri Keuangan atau Direktur Jenderal Anggaran.
Jika tenggat waktu yang ditetapkan oleh Menteri/Manajemen Institusi belum mengajukan laporan audit, Kementerian Keuangan dan Direktorat -Hendpual Budget (DJA), mereka akan memasukkan dalam catatan DIPA IV secara mandiri.
Sebelumnya, Indonesia, yang dipimpin oleh Presiden Prabov Subianto, telah mengambil langkah besar untuk menyelesaikan anggaran negara. Dalam implementasi anggaran negara pada tahun 2025, sekitar 19 menteri/lembaga (K/L) diperpendek sebagai bagian dari upaya upaya.
Penghematan ini diatur oleh Instruksi Presiden (INPES) Nomor 1 tahun 2025 untuk mengurangi biaya 306 rp triliun.
Menteri Keuangan Sri Muliani Indravati menjelaskan bahwa tujuan pemangkasan ini adalah untuk mengalihkan anggaran ke sektor -sektor yang lebih produktif seperti program -program cufisiensi diri, kemandirian energi, peningkatan kesehatan dan pengembangan manusia.
Kategori Posting Pasar Terpangkad
Sri Muliani menjelaskan secara rinci tiga kategori utama belanja yang akan disimpan, yaitu kegiatan yang meriah, sewa dan biaya lainnya. Detail berikut:
1. Aktivitas upacara
Anggaran untuk kegiatan yang dianggap sebagai dampak yang kurang langsung pada masyarakat dikurangkan seperti:
Acara Halalbihal
Transfer
Pertemuan
Siswa dan Analisis Seminari
Dari
Pendidikan dan Pelatihan (Pelatihan)
Aktivitas yang terhormat
Layanan Profesional
Cetak Sundinevenir
“Beberapa kementerian/lembaga masih memberikan anggaran untuk pencetakan di era digital ini. Ini adalah area yang membutuhkan efisiensi,” kata Sri Muliani pada hari Sabtu (12 Mei 2015).
2. Sewa
Anggaran untuk sewa, termasuk:
Konstruksi
Menyewa kendaraan
Fixture
3. Biaya lainnya
Kategori ini mencakup berbagai biaya tambahan seperti:
Layanan Konseling
Bantuan Pemerintah Disediakan oleh Kementerian
Pemeliharaan (pemeliharaan dan pemeliharaan)
Bepergian
“Jalur resmi dan pemeliharaan untuk pemeliharaan telah berulang kali ditekankan sebagai area yang membutuhkan banyak efisiensi,” kata Sri Muliani.
Hasil penghematan ini akan didistribusikan untuk mendukung program prioritas pemerintah. Presiden Prabovo Subinto mengarahkan dana untuk:
Menyediakan makanan nutrisi gratis
Tingkatkan Sektor Kesehatan
Program Makanan dan Energi dengan Makanan dan Energi
Pengembangan Sumber Daya Manusia Top -Notch
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung anggaran untuk kebutuhan yang lebih sukses dan strategis untuk pembangunan nasional. Dampak efisiensi pada anggaran negara sejak 2025.
Pemangkasan biaya ini diharapkan untuk memperkuat sikap fiskal negara untuk memastikan bahwa anggaran negara lebih produktif dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dengan efisiensi biaya, pemerintah optimis bahwa tujuan pembangunan nasional akan dicapai lebih cepat dan bahkan.